Cerita di buku ini mengingatkanku tentang sosokmu.
Tentang bagaimana tokoh utamanya dibuat nyaman dengan kata-kata menangkan yang lebih seperti janji dan pasti ditepati. Perasaan nyaman yang mengalir begitu saja, ketika tatapan mata itu memberi arti bahwa akan ada hari esok yang lebih baik lagi. Hampir mirip.
Tentang tatapan mata itu, aku masih menyukainya. Lebih lagi ketika kacamata itu tak lagi menghalangi tatapan matamu yang tulus menyiratkan kasih sayang, belum tertandingi. Juga ketika kamu marah, aku bahkan menyukai tatapan mata tajam itu, benar-benar mampu menyudutkanku. Aku menyukai rahangmu yang mengeras ketika kamu merasa geram. Menyukai ketika mendapati tatapan matamu yang diam-diam memperhatikanku. Bau parfum mu yang wangi. Tingkah manjamu yang meminta perhatian lebih. Puisi-puisi itu. Juga caramu bermain gitar, berkharisma. Sikap, perhatian, candaan, dan tingkah konyol itu mampu menghilangkan kesan pertamamu yang terlihat angkuh, kaku, dan kasar. Usahamu untuk menyenangkanku itu juga pantas kubanggakan
Belum lagi kecupan lembut di keningku, rasanya seperti ada kehangatan yang mengalir. Dada itu juga lebar dan hangat. Membuatku bebas bergelayut manja. Dan hebatnya bisa membuatku tertidur dengan nyaman setelah kelelahan menangis.
Yang menyenangkan adalah, aku tak perlu menjadi orang lain ketika berada di dekatmu. Hanya perlu menjadi aku, aku seutuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar