Kata move on kukira tak sesimple kelihatannya, rumit, sulit, membingungkan, dan kadang mampu membuat mood berantakan seharian. Seperti tetap mendapat nilai dibawah rata-rata pada pelajaran eksak yang sudah kupelajari semalaman. Serumit itu? Menurutku sih iya.
“Ayolah, km bisa move on” sudah sering, terlalu sering rasanya mendengar kata itu terucap dari orang-orang disekitar. Dan sering juga kujawab dalam hati, menggerutu. Kalau semudah itu, pasti, pasti sudah selesai kulakukan. Pernah terlintas, kalau dia berada nan jauh disana mungkin akan lebih mudah untuk melupakannya. Atau.... justru malah membuat setengah mati merindu? Entah, aku tak tau jawaban pastinya karena dia tak terlalu jauh dari keseharianku.
Rasanya...bagian paling sulit itu ketika harus dipaksa menerima kenyataan dan menyesuaikan bahwa semua telah berakhir dan berbeda. Juga ketika sesuatu yang sering kita sebut kenangan itu kembali memaksa masuk. Juga ketika mata tak sengaja menangkap sosoknya dengan sikap yang tak lagi sama di dekat kita. Itu semua sulit, lebih tepatnya sakit.
Sebenarnya siapa yang pertama kali menemukan kata move on? Siapa yang berhasil move on dari cinta pertamanya? Pasti sudah berjuang dengan hebat, harusnya mendapat medali. Sungguh bagiku move on itu sulit ketika dia sudah mampu membuat kupu-kupu terperangkap dalam perut kita. Entah bagi yang lain, mungkin akan berbeda pendapatnya. Menurutmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar